Unsplashed background img 1

library_books

RESENSI BUKU

Berkat Dari Surga

JUDUL BUKU :
Berkat Dari Surga
PENULIS :
Felix Supranto, SS CC
PENERBIT :
OBOR 2014
ISI :
VIII + 153 Halaman

" Tuhan tahu batas rasa sakit yang bisa kita tanggung. Jangan sampai engkau menyerah di saat selangkah lagi Tuhan mengganti kesakitan dengan sejuta keindahan" Pertolongan Tuhan kerap kali tidak pernah bisa kita duga sebelumnya, namun pertolongan itu akan datang tepat pada waktunya.Inilah yang coba diungkapkan dalam buku ini bahwa senantiasa ada senyuman disetiap air mata, berkat disetiap pencobaan dan jawaban di setiap doa bagi orang yang memandang hidup sebagai anugerah.

  • listBERKAT DARI SURGA

    Ketika sang suami sudah menerima Sakramen Perminyaan Suci, dan menjalankan operasi untuk kesembuhannya, sang istri sudah pasrah kepada Tuhan. Namun dalam kepasrahannya ia terus berdoa bagi kesembuhannya karena hanya itulah yang bisa dilakukannya. Dan pada akhirnya, imannya berbuah manis karena sang suami kini telah sembuh kembali dan beraktifitas seperti sediakala, serta aktif di gereja. Puji Tuhan.

    Buku ini merupakan kumpulan kisah nyata yang dialami sang penulis dalam pelayanannya sebagai seorang gembala. Ada dua puluh lima kisah nyata yang dialami sang penulis dalam pelayanannya selama kurun waktu 9 bulan (Juni 2013 – 2014) dan dituangkan dalam kisah yang mengharu biru dan juga penuh keceriaan dalam buku ini.

    Bagaimana iman, ketabahan dan kepasrahan mampu menjadi kekuatan dalam menghadapi segala cobaan di dunia, bahkan kematian pun bisa di hadapi dengan penuh suka cita karena Bapa di Surga tidak pernah meninggalkan umat-Nya yang setia Dalam buku ini, sang penulis juga mengisahkan tentang penyakit yang dialaminya, bagaimana ia tetap melayani di dalam sakitnya. Ia menolak keinginan dokter untuk di opname karena ia harus melayani Misa bagi umatnya. Namun pada akhirnya setelah pelayanannya, ia pun harus pasrah di gotong ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun setelah agak baikan ia kembali aktif dalam pelayanan seperti memberikan Sakramen Pernikahan, pembaptisan tiga puluh bayi, memberikan rekoleksi bagi para Prodiakon, dan lain sebagainya. Namun akhirnya penyakitnya sembuh secara ajaib dan tidak perlu tindakan medis apapun. Tidak perlu minum obat. Sepertinya Tuhan telah menyembuhkannya. Puji Tuhan

    Harapan sang penulis adalah agar buku ini bisa menjadi secercah pengharapan bahwa di setiap penderitaan yang kita alami, pasti selalu ada pengharapan dan Tuhan selalu beserta kita dalam permasalahan itu. Kita juga tidak akan meragukan datangnya pertolongan Tuhan karena tanganNya senantiasa memeluk dan menjaga kita.

    Dalam buku ini sang penulis menyatakan bahwa Tuhan bisa mengubah masalah menjadi sejuta keindahan.
    Dengan bahasa yang ringan mengalir, romantic serta puitis serta penyajian penuh warna dengan foto-foto sebagai pelengkap, buku ini menjadi menarik serta enak untuk disimak.

    *** Panjikristo
    Disarikan dari Buku Kuasa Doa Vol. 9 No. 5 Juli 2014

Jalan Menuju Kedamaian

JUDUL BUKU :
Jalan Menuju Kedamaian
PENULIS :
F.X. G. Isbagyo Wiyono
PENERBIT :
Obor 2014
ISI :
XIV + 168 Halaman

Damai itu indah, itulah yang diidamkan banyak orang. Mereka melakukan segala sesuatu untuk mendapatkan rasa itu, mereka kerap kali mencari kedamaian hingga ke tempat-tempat yang jauh dari keramaian, yang terpencil dan sunyi. Namun tidak semuanya mendapatkan "damai" itu. Mengapa ? Karena damai tidak berada disuatu tempat. Dia ada didalam hati. Lalu bagaimana kita menemukannya ?

  • listJALAN MENUJU KEDAMAIAN

    Buku ini berisi 35 kisah reflektif dan inspiratif bagi kehidupan kita sehari hari yang dituliskan sang penulis kepada pembacanya. Dengan trampilnya sang penulis menguraikan kisah sehari-hari menjadi kisah yang penuh makna yang bisa kita petik hikmahnya. Untuk apa ? Ya tentu saja agar kitapun bisa bersikap bijaksana dalam menghadapi setiap permasalahan, karena bukan hanya karena baik maka kita tersenyum, tetapi dengan tersenyum maka kita bisa membuat segalanya baik.

    Kerap kali kita mendengar, biarlah hidup ini mengalir apa adanya. Namun kita tidak bisa berpedoman akan hal itu, karena jika air mengalir ketempat yang tidak diinginkan tentunya kita tidak akan mengikuti begitu saja. Kita harus bisa mengatur kemana air harus mengalir, menuju ke tempat yang kita inginkan. Tidak hanya menuju kepada kesuksesan, tapi juga kedamaian.

    Tulisan-tulisan dalam buku ini bukan suatu hal yang abstrak dan sukar untuk dipahami, karena apa yang ditulis sang penulis adalah hal-hal yang kecil dan sederhana yang sering kali diabaikan oleh kita ternyata bisa menjadi sumber inspirasi dalam kehidupan kita.

    Tulisan dalam buku ini bisa memberikan pencerahan bagi kita. Kembali kepada pertanyaan diatas, bagaimana kita bisa menemukan kedamaian ? Damai tidak datang dengan sendirinya, oleh Karena itu ia perlu diupayakan. Kita tidak bisa berdiam diri saja namun kita harus aktif, karena sesungguhnya kedamaian bisa dicapai dengan bersyukur, berdoa dan berbagi.

    Mensyukuri apa pun yang diterima, senantiasa berdoa baik dalan suka maupun duka serta mau berbagi dengan sesama, terutama bagi mereka yang sangat membutuhkan. Berbagi disini tidak hanya memberikan dalam bentuk materi, tapi bisa berupa pengetahuan, ketrampilan, tenaga, pikiran atau perhatian dan lain sebagainya.

    Dengan gaya bahasa yang ringan, mengalir dan lancar, buku ini ingin menceritakan kisah-kisah kehidupan sehari-hari yang sering kali luput dari pandangan kita dan kerap kali lupa kita ambil hikmahnya agar kita bisa lebih bijaksana dalam menghadapi kehidupan ini. Ingin menemukan jalan menuju kedamaian, salah satunya adalah membaca buku ini.

    *** Panjikristo
    Diambil dari Buku Kuasa Doa Vol. 9 No. 5 Juni 2014

Doa Dalam Kesesakan

JUDUL BUKU :
Doa Dalam Kesesakan
PENULIS :
Felix Suprianto, SS CC
PENERBIT :
Obor 2015
ISI :
141 HALAMAN

Ketika Yesus menderita di kayu salib, Ia berkata,"Ya Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat (Luk 23:24). Perkataan itu merupakan Doa Kristus yang disampaikan pada saat ia sangat menderita, doa dalam kesesakan. Doa itu menunjukkan kasih-Nya yang sangat besar kepada manusia. Dia berdoa dengan tulus karena Dia mengetahui bahwa karena dosa dan pengaruh jahatlah yang membuat manusia menyalibkan-Nya. Sehingga Dia justru mengampuni mereka.

  • listDOA DALAM KESESAKAN

    Perkataan yang merupakan doa tersebut sejalan dengan apa yang telah diajarkan kepada murid-Nya,"Tetapi Aku berkata kepadamu: kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang telah menganiaya kamu" (Mat 5:44). Tuhan Yesus telah menunjukkan teladan-Nya ketika mengampuni orang yang berbuat jahat pada-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari kitapun kerap mengalami disakiti oleh orang lain, mereka berbuat jahat kepada kita. Mengapa kita tidak mendoakan mereka. Dalam doa Bapa Kami, Yesus pun mengajarkan kita untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Mengampuni mereka yang bersalah kepada kita membuat kita terlepas dari beban masa lalu, kita akan merasa merdeka dan damai.

    Sesuai dengan judul buku ini, Doa Dalam Kesesakan, disini disajikan beberapa (contoh) doa yang bisa kita panjatkan saat kita mengalami hal-hal sulit dalam hidup kita. Doa dalam kesesakan adalah doa yang keluar dari dalam jiwa kita yang tertekan dan membuat kita sesak. Doa-doa dalam buku ini antara lain : Doa pengampunan (dari Firman Tuhan Yesus), Doa mohon kesembuhan, Doa dalam pergumulan yang berat, bahkan doa untuk hal-hal yang menimpa kita sehari-hari seperti doa pada saat kesulitan dalam hal keuangan, doa ketika masa depan tampak suram, doa ketika stress karena pekerjaan hingga doa mohon pasangan menjadi seiman dan doa seorang istri agar menjadi cakap terhadap suami.

    Satu hal yang sangat menarik dalam buku ini adalah setiap doa diawali dengan permenungan kisah yang ada dalam Kitab Suci, dan kita mencoba untuk memahami makna Firman Tuhan yang ada dalam kisah tersebut, menghayatinya dan mendasarinya sehingga doa kita menjadi semakin dalam, indah, penuh antusias dan penuh pengharapan dan penuh kepercayaan.

    Doa adalah membina relasi yang intim dengan Tuhan kita. Dengan kerap kali berdoa kepada-Nya bukan saja doa-doa kita didengarkan-Nya, tetapi kitapun akan semakin akrab dengan-Nya. Berbahagialah kita yang mengalami kesesakan dalam hidup kita, Karena dengan kejadian tersebut sebenarnya Tuhan menginginkan kita yang dikasihi-Nya untuk berbicara kepada-Nya. Berdoalah senantiasa dalam segala situasi, baik dalam keadaan baik maupun tidak. Selamat berkomunikasi dan bergaul akrab dengan Tuhan.

    *** Panjikristo
    Diambil dari Buku Kuasa Doa Vol. 10 No. 7 September 2015

Salib dan Penyembuhan

JUDUL BUKU :
Salib dan Penyembuhan
PENULIS :
Prof. Odolfo Lippi, CP
PENERBIT :
Kanisius, 2008
ISI :
142 Halaman

Buku ini berbicara tentang Salib dalam kaitannya dengan pembebasan dan penyembuhan batin, baik sosial maupun politik. Kata "penyembuhan" dan "pembebasan", "penindasan" dan "penderitaan" sering dipakai serentak dalam buku ini. Malah kata "penyelamatan" nyaris tak ada.



  • listSALIB DAN PENYEMBUHAN

    Menurut Odolfo, Kristianitas membantah ajaran tentang penderitaan yang mengajak orang untuk pasrah pada nasib. Ini dinilainya sebagai minus malum (terbaik dalam keadaan yang terburuk).
    Alasannya :
    1. Yesus sendiri menyembuhkan orang-orang sakit dan mengusir setan-setan.
    2. Yesus melawan para penindas orang miskin dan
    3. Yesus memerintahkan para murid-Nya membebaskan.

    Pada jaman ini, di satu sisi, manusia mencapai pembebasan dari ketergantungan alam berkat teknologi dan ilmu pengetahuan. Gejala penindasan sosial memiliki peranan sentral bagi terciptanya penderitaan batin. Lalu diuraikanlah pendapat dari pelbagai aliran pemikiran seperti Karl Marx (pembebasan kelas), F.Nietzsch (ubermensch=manusia super), S. Freud (teori Super Ego = pembebasan dominasi moral), dan 9 pemikir lain dari aneka sudut pandang.

    Lalu, bagaimana agama berhadapan dengan penderitaan? Jawabannya dapat ditemukan dalam Ensiklik Redemtor Huminis, yakni manusia terancam dari karyanya sendiri (autodestruktif), penyalahgunaan energy nuklir, perusakan sumber daya alam, ketamakan (materialism), kian buat frustrasi, kesengsaraan, penderitaan dan kepahitan hidup. Jawabannya terdapat pada diri Kristus, yang menebus semua manusia, Gerejanya yang berkelanjutan dalam keabadian bilamana berkarya secara konkrit dalam waktu, yang peduli pada penyembuhan dan pembebasan batin individual dan sosial dan total hingga tercipta langit dan bumi baru. Dideretkan sejumlah pemikir dari berbagai ilmu menawarkan terapi atas penyembuhan dan pembebasan. Tetapi Kristianitas menawarkan Salib. Lalu apa arti Salib ? Karl Marx dan Sigmund Freud menuduh orang Kristen mengkhotbahkan penyerahan diri kepada yang jahat dengan menunjuk Salib Kristus.

    Kristianitas sesungguhnya mengajarkan menerima dari iman akan Salib kekuatan untuk melayani dan mempersembahkan diri demi cinta. Salib juga ditawarkan kepada si sakit sebagai kekuatan untuk menyembuhkan, mewujudkan misi pribadi, yang memberi nilai pada penderitaan dalam arti tertentu, bukan untuk motif menyerah pada penyakit, pada nasib (fatalitas), dan bahkan sebaliknya, suatu penyembuhan mendasar direalisasi dengan Salib.

    Sesungguhnya, Salib adalah pengungkap sempurna hidup Allah, otentik, terhindar dari setiap bentuk deformasi (perubahan ke yang jahat), falsifikasi (kepalsuan), tetapi hidup dan dinamis, Salib Kristus, dan hanya Salib Kristus, menurut Odolfo yang dapat menjadi sumber pembebasan dan penindasan total bagi manusia.

    Teologi dan spiritualitas Salib adalah menumbuhkan dan menambahkan kemampuan untuk memerangi pengalaman negative. Dosa memasuki kehidupan manusia melalui pengalaman itu. Rasa kegelisahan, kekhawatiran, keterikatan pada sesuatu, kesepian, ketakutan sesuatu, dan juga ketakutan akan maut. Pembebasan dan penyembuhan total terwujud dalam usaha menyerupakan diri dengan gambaran Kristus (Roma 29), dengan kerelaan memikul derita orang lain seperti Kristus. Pada dasarnya, siapapun yang berkarya bagi yang tersisih akan mengalami nasib disisihkan, maka butuh ketahanan batin dan iman yang kokoh akan Kristus yang menang atas maut, dalam pembaptisan, dengan dikubur bersama Kristus akan bangkit pula bersama-Nya, dan "para pemimpin dan penguasa akan kehilangan kekuatannya" (Kolose 9:15).

    Berdoa untuk penyembuhan berarti menempatkan diri pada si sakit, selalu dalam sikap doa dan percaya, sekehendak dengan Allah yang menghidupkan, yakin akan janji-Nya untuk kehidupan yang lebih baik, dan dalam keadaan hati yang damai.

    Singkirkan anggapan yang menekan penderita bila kesembuhan tak terjadi karena si penderita kurang iman. Teologi Salib adalah Teologi eskatologis, yakni terarah pada masa depan Allah, bukan statis tetapi dinamis, akan perubahan dunia, bukan kemapanan. Umat Kristiani pewaris besar kesengsaraan Yesus, kuasa darah tercurah (1 Korintus 4:6), kekuaran yang mengubah, dan perwujudan ciptaan baru. Bagi Odolfo, jaman ini adalah jaman barbar baru, barbar teknokratis, dan budaya kematian. Kuasa penyembahan sengsara Kristus dan hubungannya dengan penderitaan menjadi konkrit bagi orang-orang jaman ini.

    Tidak ada pertentangan antara kemuliaan Allah dengan Salib Kristus. Keduanya malah identic. Yang bertentangan adalah Kemuliaan Allah dengan kemuliaan dunia. Juga tidak ada pertentangan antara Spiritual Salib yang sejati dengan aktifitas penyembuhan. Sedangkan spiritual salib palsu menunjuk pada penyerahan diri pada nasib, penyiksaan diri spiritual, pengasiangan diri, kesalehan palsu penuh tangis yang menyelubungi suatu kenikmatan pada penyakit, karena tanpa disadari, orang lalu menolaj tanggung jawab pribadi dan tak ingin berkarya.

    Berita tentang penebusan yang dikerjakan oleh Yesus dalam diri manusia hanya dapat dimengerti bila dihadapkan pada pengalaman konkrit atas kejahatan. Lewat sengsara Yesus, Allah masuk kedalam realitas dosa yang terpisah darinya. Dengan memanggul Salib-Nya, Putra Allah tiba di tempat di mana Allah tak mungkin berada, sejauh dosa merupakan penolakan terhadap keadilan-Nya. Realitas dosa didamaikan dengan Allah Bapa dengan suatu strategi dan karya yang menakjubkan. Kekuatan kejahatan akan menggetarkan bila dipandang tanpa iman, tetapi kita akan menang bila dengan-Nya (1 Yohanes 5:4)

    Dan pada akhirnya, saat kematian akan terjadi saat penyempurnaan anugerah dan konfigurasi penuh dengan Kristus (dalam keserupaan sempurna dengan-Nya). Buku ini merupakan bacaan yang berat, bagi yang tak memiliki latar filsafat, psikologi/sosial. Dan psikologi dengan segala peristilahannya. Namun justru dengan itu sebagai upaya secara lengkap dengan mengupas pemikian banyak pemikir terkait dengan tema penyembuhan dan pembebasan.

    Diterjemahkan oleh Pater Samuel Oton Sidik, OFM Cap.
    *** (RD. Andreas Basuki W.)
    Diambil dari Buku Kuasa Doa Vol. 10 No.3 Mei 2015

Rosario yang menyembuhkan

JUDUL BUKU :
Rosario Yang Menyembuhkan
PENULIS :
Mike D
PENERBIT :
Santo Pres – Batam Centre
ISI :
109 Halaman

Buku ini tidak berbicara tentang penyakit fisik (lever, diabetes dst) atau psikis (stress, sikopat dll). Tetapi penyembuhan untuk kecanduan, khususnya alcohol dan obat-obatan. Ini jenis buku doa devosi Rosario, meditasi dan renungan. Dengan buku ini, orang dapat melihat kaitan kesembuhan dan Rosario (Pat. J), lebih mudah mengerti kitab suci (Melissa T.) dibantu untuk mencapai kedamaian dan ketenangan (Lucia C.) dan terbuka pada wawasan baru dari kesembuhan yang dialaminya dan merasakan kelimpahan cinta Tuhan dan bersyukur atas rahmat-Nya (Patti C.)

  • listROSARIO YANG MENYEMBUHKAN

    Disamping kata "mukjizat" juga kata "keajaiban" dipakai oleh Mike. Antara lain, keajaiban bahwa orang yang ikut serta mempraktekkannya bukan orang Katolik saja, tetapi juga orang Kristen Protestan, dan bahkan yang tak jelas / tak ber-agama. Ada kelompok yang berkeinginan kuat untuk terbebas dari kecanduan alcohol, yaitu Alcoholics Anonymous (AA).

    Buku ini membahas tentang Rosario sebagai Devosi, asal mulanya, peranan Maria dan peranan manik-manik dalam Rosario. Peran pengulangan (Irama dari Rosario), peranan buku-buku devosional dalam meditasi, Rosario tradisional (Peristiwa Terang belum masuk), Rosario yang menyembuhkan dan bagaimana menggunakan Rosario untuk penyembuhan.

    Meski peristiwa terang tidak ada, ada 5 Misteri lain Penyembuhan dipaparkan :
    1). Pesta Perkawinan di Kana (Yoh 2:1-11);
    2) Pria yang terlahir buta;
    3) Petrus berjalan diatas air (Mat 14:22-33);
    4). Yesus menyembuhkan orang yang sakit kusta (Mrk 1:35-45); dan
    5). Yesus menyembuhkan orang yang sakit pendarahan. Jalannya setiap Misteri, uraian mulai dari kutipan Kitab Suci, Refleksi, lalu kutipan dari AA (misalnya misteri 3 dari halaman 68; kita mohon kepada Tuhan untuk ketakutan yang kita rasakan, dan mengarahkan kepada yang Ia kehendaki. Dalam sekejap kita mampu mengatasi ketakutan), lalu Meditasi, kemudian 1 kali doa Bapa Kami, 10 Salam Maria, dan 1 Kemuliaan, begitu seterusnya.

    Cara itu bukan tanpa halangan. Mike menyatakan bahwa semua cara menimbulkan rasa jenuh, pikiran nglambrang, timbul rasa tidak cukup kemampuan, patah semangat, tiada guna dan palsu. Ini adalah godaan. Harus bertekun, kembali kepada "diri", berkeyakinan, semangat, dan focus pada pemyembuhan Yesus, dan percaya terhadap penghargaan Tuhan. Mike dan teman-temannya merasa semakin percaya pada keajaiban karena alasan sederhana; kami mengalaminya. Menurut Mike,"Doa" berasal kata kuno bahasa Inggris "bede" kemudian hari dieja "bead", yang dalam bahasa Indonesia artinya manik-manik. Mike meluangkan waktunya setiap hari untuk itu, waktunya pagi, meditasi memfokuskan seluruh raga, pikiran, badan, dan jiwa kepada Tuhan, berdialog dan bukan monolog dengan-Nya. Mike merasa disembuhkan dalam dua kata, cinta Tuhan.

    Buku ini tidak bertolak belakang dari dasar teologis, tapi pengalaman. Karena keindahan dan keajaibannya, banyak yang masih terus berdoa Rosario hingga lanjut usia. Meski kelompok Mike umumnya pecandu alcohol dan obat-obatan yang ingin stop total, namun ia percaya, dengan Rosarionya orang yang sakit fisik, mental dan spiritual pun dapat disembuhkan.

    Buku ini diterjemahkan dari The Healing Rosary,
    Dialihbahasakan oleh Drs. A. Rahartati Bambang Haryo.
    *** (RD. Andreas Basuki W.)
    Diambil dari Buku Kuasa Doa Vol. 10 No.5 Juli 2015

Anak terluka anak ajaib

JUDUL BUKU :
Anak Terluka, Anak Ajaib
PENULIS :
Wolgang Bock, SJ
PENERBIT :
Kanisius – Yogyakarta
ISI :
207 Halaman

Membaca judul buku ini kesan pertama saya bingung, anak terluka batin kok ajaib ? bagaimana yang tidak terluka ? Kenyataannya, kita semua pernah terluka, yang kita sukai dan benci masih tersimpan di hati, masih bisa dihidupkan kembali, karena anak masa kecil kita masih ada.




  • listANAK TERLUKA, ANAK AJAIB

    Luka-luka batin (LLB) itu masih terpendam. Cara penyembuhannya malah dengan : 1). Mengingat, menggambarkan dan menghidupkan kembali anak yang masih ada bersama seua pengalaman di masa kecil; 2). Latihan berbicara dengan si kecil yang telah kita hidupkan itu seperti kita berbicara dengan anak kecil; 3). Kita mengingat bagaimana saat bergerak, berbicara, perasaan yang ada terhadap ayah, ibu, saudara kandung, orang serumah, juga tentang pakaian, makanan, permainan dan lain-lain.

    Maka, buku ini memberikan contoh-contoh untuk latihan itu. Tujuannya supaya : 1). Si kecil tidak tergantung pada pemeliharaan orangtua, melainkan kita sendiri yang memenuhi kebutuhannya; 2). Kita menjadi semakin akrab dan hangat berelasi dengannya; 3). Kita tumbuh dari LLB dasar masa kecil dan muncullah anak ajaib dengan segala keasliannya; dan 4) berdampak pada diri kita sendiri. LLB masa kecil perlu disembuhkan dengan jalan mengingat, memahami dan menerimanya dengan apa adanya. Di kedalaman hati kita tinggallah anak masa kecil dengan dorongan, daya hidup besar, suka bermain, menyelidiki, serta menciptakan yang baru. Dia perlu dilindungi dari bahaya, dengan aturan kekangan yang tak nyaman, tuntutan dan kedisiplinan. Yang bisa merampas kegembiraan dan inspirasinya, dan keiningan hidup dalam dirinya sendiri.

    Sebutan adalah imago Dei (gambar Allah) dan jati diri (das selbt), yang bertugas menjaga keseimbangan pribadi, yang mengarahkan pada perkembangan diri seluas mungkin, sebagai pusat perencanaan yang meresap kedalam segala kegiatan sadar dan bawah sadar. Yang memimpin penuh tanggung jawab, dan yang menyatukan segala tenaga dan kekuatan, serta menciptakan irama hidup selaras dengan kehendak Allah. Jati diri mahir menilai dan menegasakan sikap yang paling serasi, mendorong kita tumbuh kian manusiawi, mengikuti dalil-dalil batin guna menjadi utuh dan bahagia. Maka lepaskan ingatan dari cerita dan kesaksian orang tua dan saudara dan membuka diri terhadap perasaan dan ingatan kita sendiri. Bereskan, selesaikan, dan sembuhkan dari rasa tak nyaman.

    Masa kanak-kanak disebut sebagai masa menjelajah, usaia bertanya, meniru, kreatif, usia sulit, masa bermain, berdaya khayal, masa bahagia, dan usia berkelompok. Tetapi ciri khasnya juga negative lawan positif, misalnya percaya versus curiga (trust vs intrust) dan inisiatif vs rasa bersalah (inisiatif vs guilt). Saran buat orang tua, harusnya membuka jalan bagi anak untuk pengalaman indah, asyik, dan membahagiakan. Dorongan si kecil dalam diri kita tampak saat kita mau bersantai, bermain, bergerak spontasn, mencipta sesuatu, menulis, melukis, bernyanyi dan menari. Otak kanan mengatur sebelah kiri batang tubuh kita, mengolah nonverbal, apa yang kita rasa, yang kita terima lewat pancaindera, empati, dan intuisi. Sedangkan otak kiri mengatur sebelah kanan batang tubuh kita, pusat pengolahan bahasa, berfikir dan berbicara sehingga bisa lurus dan teratur.

    Dalam buku ini ada 3 tema utama (lainnya pendahuluan, lampiran-lampiran, dan penutup). Yakni Anak dan masa kecil. Peristiawa dilukai dan jalan menuju penyembuhan, dan anak ajain lahir kembali dengan keasliannya. Dalam tema peristiwa dilukai dan penyembuhannya, dibahas soal akibat-akibat dilukai, percakapan dengan si kecil, anak yang takut dan dampaknya, anak yang menyesuaikan diri, langkah-langkah penyembuhan, merawat si kecil yang terluka, orang tua yang menegur dan mencela, menumbuhkan daya lindung, dan menyembuhkan dengan memaafkan.

    Buku tak banyak memuat pendapat para ahli. Sebagai buku jenis Psikologi Pengalaman Hidup, mak bisa diduga banyak didasarkan dari hidup penulis sendiri. Pada bagian penutup jelas, Pater Wolfgang menuturkan cerita hidupnya di masa kecil. Sebagai kisah nyata, bagian ini yang paling memikat dan menyentuh hati. Nilai buku ini penting untuk upaya penyembuhan luka-luka batin. Bagi orang tua agar dapat memperlakukan anak-anaknya secara bijak dan berguna pula untuk penyembuhan luka batinnya sendiri.

    Diterjemahkan oleh Pater Samuel Oton Sidik, OFM Cap.
    *** (RD. Andreas Basuki W.)
    Diambil dari Buku Kuasa Doa Vol. 10 No.3 Mei 2015

Bringing Up To Date

JUDUL BUKU :
Bringing Up To Date
Dua Orang Suci
Pembaharu Gereja
PENULIS :
RD. Yustinus Slistiadi,
RD, Hardijantan Dermawan,
RD. Sridanto Aribowo,
RD. Ulun Ismoyo,
RD. Riki Maulana,
RD. Josep Susanto,
RD, Harry Sulistyo,
RD. Adi Prasojo,
RD. Samuel Pangestu (editor),
RD. Yustinus Ardianto (layout)
PENERBIT :
Keuskupan Agung Jakarta
ISI :
64 Halaman

Bersyukur Bersama Seluruh Gereja
Sebagai warga Gereja kita diajak untuk sehati - seperasaan dengan gereja. Ketika Gereja bersyukur dan bergembira dianugerahi dua orang kudus baru yaitu Paus Yohanes XXIII dan Paus Yohanes Paulus II, kitapun ingin bersyukur dan bergembira bersama gereja. Dengan alasan itulah Keuskupan Agung Jakarta mengadakan acara khusus, baik bersama-sama maupun di paroki masing-masing. Buku yang saat ini ada ditangan anda ini adalah salah satu ungkapan syukur dan kegembiraan itu.










  • listBRINGING UP TO DATE - DUA ORANG SUCI PEMBAHARU GEREJA

    Berita mengenai kanonisasi kedua orang kudus ini sudah lama kita dengar. Pernah diberitakan bahwa kanonisasi akan dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 2013. Tetapi akhirnya diputuskan kanonisasi dilaksanakan pada hari Minggu Kerahiman Illahi, 27 April 2014. Dibalik itu semua tersembunyi pesan dari Paus Fransiskus agar kita semua mengalami perjumpaan dengan Allah yang Maharahim. Ini sesuai dengan semboyan pelayanan beliau sebagai pimpinan tertinggi Gereja Katolik miserando atque eligendo (="Dalam Kerahiman-Nya, Allah memilih"). Dengan semboyan itu Paus Fransiskus ingin mengatakan bahwa seluruh pelayanan beliau diabdikan untuk menyatakan wajah Allah yang Maharahim.

    Semoga dengan rahmat Allah, bantuan doa khusus kedua orang kudus baru itu dan dengan usaha kita yang tekun, kita sampai kepada kepenuhan hidup kristiani dan kesempurnaan kasih. Inilah panggilan kita semua. Salam dan Berkat Tuhan untuk Anda, keluarga dan komunitas Anda.

    Mgr. I. Suharyo - Uskup Keuskupan Agung Jakarta

    Buku ini berisi :
    A. Kanonisasi Dalam Gereja Katolik - RD. Riki Maulana
    B. Paus Yang Tidak Diperhitungkan Namun Membawa Perubahan Luar Biasa - Kisah Hidup Paus Yohanes Paulus XXIII
    C. Paus Yang Menjelajah Jutaan Kilometer Membawa Misi Perdamaian Dunia - Kisah Hidup Paus Yohanes Paulus II
    D. Dua Orang Kudus Yang Humoris dan Membawa Kegembiraan - Sisi Lain Kekudusan Hidup mereka -
    E. Inspirasi Hidup dan Karya Paus Yohanes XXIII dan Paus Yohanes Paulus II
         1. Pembebasan itu bernama Pengampunan - RD. Hardijantan Dermawan
         2. Keluarga sebagai Pusat Kehidupan - RD. Ado Prasojo
         3. Hidup Manusia di hadapan Allah - RD. Josep Susanto
         4. Gereja Harus Selalu Memperbaharui Diri - RD. Harry Sulistyo
         5. Panggilan kaum Awam - RD. Thomas Ulun Ismoyo
         6. Menghargai Budaya Setempat - RD. Sridanto Aribowo
         7. Relasi dan Dialog Inter-religius - RD. Yustinus Ardianto
         8. Pacem in Terris (Damai di Bumi) - RD. Yustinus Sulistiadi
         9. Gereja yang mencintai Kaum Miskin - RD. Samuel Pangestu

Rosario Angelus Devosi Bulan Mei dan Oktober Skapulir

JUDUL BUKU :
Rosario, Angelus, Devosi bulan Mei dan Oktober, Skapulir
PENULIS :
YB. Haryono
PENERBIT :
OBOR
ISI :
XVI + 208 Halaman

Pada bulan Oktober, umat Katolik baik yang terbiasa maupun yang tidak biasa berdoa Rosario mulai mendaraskan doa Rosario kembali. Setiap leingkungan dalam paroki melakukan ibadat doa Rosario. Ada yang dilakukan seminggu sekali, dua kali bahkan ada yang setiap hari. Namun tahukah anda mengapa bulan Oktober didedikasikan pada Rosario ?




  • listROSARIO, ANGELUS, DEVOSI BULAN MEI DAN OKTOBER, SKAPULIR

    Semua berawal dari praktik liturgis Perawan Maria Ratu Rosario yang dirayakan pada 7 Oktober 1571. Pesta ini mulai diperkenalkan oleh Paus Pius V pada tahun itu untuk memperingati kemenangan penuh mukjizat dari tentara Kristen dalam perang di Lepanto. Beliau memandang bahwa karena peran serta Rosario-lah mereka dapat memenangkan peperangan tersebut dibandingkan dentuman senjata maupun keberanian para tentara. Karena spirit dari doa rosariolah yang memberikan kekuatan dan keberanian pada mereka. Sepanjang bulan itu, umat beriman diajak untuk berdoa Rosario dalam cinta kepada Gereja atas kesulitan dan penderitaan yang melanda mereka.

    Pada tanggal tersebut diatas, Paus Pius bersama segenap umat beriman berdoa Rosario di Basilika Santa Maria Marggiore, dari pagi hingga sore pada saat yang bersamaan Tentara Kristen berperang melawan tentara Muslim di Lepanto yang akhirnya dimenangkan oleh tentara Kristen. Setelah kemenangan tersebut, Paus Pius V menengaskan bahwa kemenangan tersebut sebagai kemenangan Rosario akan menjadi bagian dalam Misa Vatikan setiap tanggal 7 Oktober. Selanjutnya Paus berikutnya, Paus Gregorius XIII pada tahun 1573 menegaskan bahwa setiap tanggal 7 Oktober sebagai Pesta Rosario Suci dan mesti dirayakan diseluruh gereja yang memiliki altar khusus yang didedikasikan pada Rosario. Berikutnya Paus Clemens XII pada 1716, memperluas pesta ini ke seluruh Spanyol.

    Bulan Oktober sebagai bulan Rosario tidak lepas dari peran serta para Paus yang terus mempromosikan devosi tersebut. Paus Leo XIII (1878-1903) senantiasa menggunakan Rosario dalam upaya mempromosikan devosi kepada Maria. Pada 22 September 1891, dalam Octobri Mense, ia mengatakan bahwa kita mesti senantiasa mendoakan doa Rosario setaip saat, khususnya pada masa-masa sulit karena berdoa Rosario sudah banyak terbukti mampu memberikan kekuatan dan mampu membantu kita dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. Menurutnya, doa Rosario adalah doa yang luar biasa bagi umat beriman.

    Buku ini tidak hanya memaparkan sejarah bulan Rosario, tapi juga seputar doa Rosario seputar bulan Mei sebagai bulan Maria. Namun tidak hanya itu, karena sesuai dengan judulnya, Rosario, Angelus, Devosi Bulan Mei dan Oktober, Skapulir. Buku ini juga menjelaskan tentang doa Rosario itu sendiri, seputar doa Angelus, dan skapulir. Buku ini layak dimiliki dan disimak oleh umat beriman yang ingin mengenal, menghayati dan mendalami devosi yang ada dalam agama Katolik.

    *** (Panjikristo)
    Diambil dari Buku Kuasa Doa Vol. 8 No. 8, Oktober 2013

Personal Notes Bernadette Soubirous

JUDUL BUKU :
Personal Notes
Bernadette Soubirous
PENULIS :
Bernadette Soubirousz
PENERBIT :
Obor
ISI :
x + 85 Halaman

"Pemikiranku sendiri tidak penting lagi, mulai sekarang aku hanya milik Tuhan seutuhnya. Bukan lagi milikku sendiri."
Ungkapan yang sederhana namun sangat mendalam. Siapapun akan mengatakan bahwa orang yang menuluskannya memiliki iman dan kepasrahan serta relasi yang mendalam dengan Tuhannya. Dialah Bernadette Soubirous seorang gadis desa yang penyakitan dan tidak dikenal apalagi diperhitungkan dalam Gereja. Namun kejadian luar biasa yang dialaminya telah merubah sejarah hidupnya.

  • listBERNADETTE SOUBIROUS

    Peristiwa luar biasa itu berawal pada tanggal 11 Februari 1858 ketika Bunda Maria menampakkan dirinya dihadapan Bernadette disebuah gua yang disebut Massabielle (=Batu besar), di tepi sungai Gave dekat kota Lourdes. Pada awalnya Bernadette tidak tahu siapakah yang menampakkan dirinya itu. Penampakan itu mengakibatkan ia dikecam dan dituduh pembohong lingkungannya termasuk tokoh-tokoh gereja pun tidak percaya padanya. Hingga 18 kali ia menerima penampakan tersebut. Pada tanggal 25 Maret 1858, wanita cantik itu mengungkapkan dirinya, "Akulah yang Dikandung Tanpa Dosa". Dan kelak tempat penampakan banyak terjadi penyembuhan berkat sumber airu yang mengalir di tempat tersebut sehingga Bernadette semakin dikenal khalayak ramai. Namun ia tidak terpengaruh dengan ketenaran tersebut. Ia bersahaja dan tampil sederhana dan kemudian menggabungkan diri dengan suster-suster Karitas di Nevers, Perancis.

    Pada tanggal 16 April 1979 dalam usia 35 tahun ia wafat karena penyakit tuberculosis yang dideritanya sejak kecil. Namun setelah lebih dari 150 tahun. Bernadette yang diangkat sebagai Santa oleh Paus Pius IX, tubuhnya tetap utuh.

    Kisahnya tidak pudar oleh waktu. Banyak orang yang berdevoso kepadanya, dan setiap tahun semakin banyak orang yang berziarah ke makamnya dan tempat penampakan Bunda Maria. Dan semakin banyak pula orang yang disembuhkan dari penyakitnya. Namun selain kisahnya yang luar biasa tersebut, ternyata Bernadette juga meninggalkan buku kecil yang berisi catatan-catatan pribadinya. Saat ini tulisan aslinya disimpan dalam arsip Biara St. Gildard di Nevers.

    Buku tersebut berisi pemikiran religiusnya berdasarkan intisari buku-buku yang pernah dibacanya serta permenungannya (Salah satu tulisannya telah mengawali tulisan ini), Ada pula beberapa kerangka meditasi serta doa yang sangat indah untuk Perawan Maria. Dialog jiwa dengan Bunda Maria, catatan-catatan retret yang pernah diikutinya. Serta tulisan-tulisan menjelang akhir hayatnya suatu kalimat yang sangat menyentuh tentang kekudusan.

    Catatan-catatan tersebut akan membuat kita memahami kemajuan hidup rohani Santa Bernadette. Seserorang gadis bersahaja yang memandang wajah Bunda Maria yang mengagumkan serta Cintanya terhadap Yesus yang terus dimurnikan selama hidupnya. Salah satu kutipannya sebagai berikut ," Semakin banyak yang kuberi untuk Yesus, semakin banyak pula Yesus akan memberi kepadaku, Dengan kasih Yesus, aku harus menaklukkan diriku sendiri atau mati."

    Cuplikan lainnya, " Dalam hati Yesuslah aku akan menemukan kelembuatan dan kesabaran dalam kesedihan. Dalam hati Yesus lah akau akan menemukan penghiburan sejati."

    Catatan-catatan tersebut merupakan penginggalan yang berharga, kita bisa banyak belajar dari buku ini. Dengan ukuran saku dan kemasan menarik dengan hard cover, buku Personal Notes Bernadette Soubirous mudah dibawa kemana-mana dan dibaca disetiap kesempatan sehingga permenungannya mampu menyegarkan iman kita senantiasa. Selamat merenungkan iman Anda melalui buku ini.

    *** (Panjikristo)
    Diambil dari Buku Kuasa Doa Vol. 9 No. 12, February 2015

Berkatilah Keluargaku

JUDUL BUKU :
Berkatilah Keluargaku
PENULIS :
M.T.Eleine Magdalena
PENERBIT :
Ray Publish
ISI :
100 Halaman

Ibu rumah tangga bagi keluarga ibarat jantung bagi tubuh. Ia berdetak sepanjang waktu seperti ibu yang tidak pernah berhenti mencintai. Ia bergerak untuk menggerakkan. Ia memompakan semangat bagi seluruh anggota keluarga. Keberadaannya tidak tampak dari luar. Tetapi siapapun mengetahui bahwa seorang ibu adalah si pembawa kehidupan.


  • listBERKATILAH KELUARGAKU

    Kepadanya, Tuhan telah mempercayakan masa depan dan arti sebuah jiwa bahkan keabadiannya. Begitu abadinya panggilan ini hingga hanya doa yang mampu menemani seorang ibu dari pagi hingga larut.

    Demikianlah doa ibu. Hidup karena percaya Kehendak yang selalu terarah pada kebaikan. Hati yang selalu dipenuhi cinta dan maaf.

    Selamat berdoa dan melayani terus bagi setiap ibu yang mencintai keluarganya.

    *** (M.T.Eleine Magdalena)

Doa Bagi Anakku

JUDUL BUKU :
Doa Bagi Anakku
PENULIS :
C. Ismulcokro
PENERBIT :
Dioma
ISI :
152 Halaman

Anak merupakan anugerah terindah dan berharga yang paling ingin kita jaga. Begitu banyak tantangan kehidupan membuat anak-anak kita seolah gelisah dalam memandang kehidupan. Mereka bertanya dengan cemas, bagaimana bisa menghadapi ketidakadilan, tindak kekerasan, dan arus besar hedonisme, pergaulan bebas, sekularisme, individualisme atau aspek-aspek kehidupan lain yang belum tentu seluruhnya bisa mereka hadapi.

  • listDOA BAGI ANAKKU

    Mendiang Paus Yohanes Paulus II, dalam Amanat Apostolik FAMILIARIS CONSORTIO (Keluarga Kristiani dalam Dunia Modern). menyetakan, "Tidak pernah dilupakan bahwa doa merupakan hal mendasar dalam kehidupan Kristiani. Sesungguhnya, doa merupakan bagian penting kemanusiaan kita, doa adalah ungkapan pertama dari kebenaran batin manusia, syarat pertama demi kebebasan sejati dari roh. Doa sama sekali bukan bentuk pelarian diri dari urusan sehari-hari, doa merupakan rangsangan terkuat bagi keluarga-keluarga Kristiani untuk mengemban dan menyambut sepenuh-penuhnya semua tanggung jawabnya sebagai sel pertama dan mendasar dari masyarakat manusia..."

    "Doa Bagi Anakku" adalah kumpulan doa orangtua bagi anak-anak. Doa yang menyimbolkan dukungan dan penyerahana orangtua kepada Tuhan secara total. Dalam buku ini dikemukakan tema doa yang aktual dengan kehidupan dan perkembangan anak. Selain itu dimuat juga kutipan dari Kitab Suci dan beberapa kata mutiara yang mendukung dan meneguhkan.

    Semoga tema-tema yang termuat dalam kumpulan doa ini benar-benar menyentuk aspek kehidupan yang dialami dan menjadi pergulatan anak-anak kita. Dengan demikian, dukungan orangtua , terutama sebagai pewarta iman dan pendidik pertama, dalam doa-doa yang didaraskan memampukan anak-anak kita untuk semakin tumbuh, berkembang secara utuh dan menyeluruh dalam segala sisi kehidupan, terutama dalam hal iman dan kepribadian, demi memperjuangkan masa depan yang lebih baik dan bertanggung jawab.

    *** (C. Ismulcokro)

Courageous Virute

JUDUL BUKU :
Courageous Virtue
Keutamaan yang Gagah Berani
PENULIS :
Stacy Mitch
PENERBIT :
Dioma
ISI :
129 Halaman

Buku ini adalah sebuah khazanak kebijaksanaan alkitabiah. Buku Kedua Seri Populer Courageous dari Stacy Mitch ini menyajikan kiat-kiat praktis untuk bertumbuh dalam kebijaksanaan kristiani. Meraka yang mencari rahmat Allah untuk bertumbuh dalam iman dan cinta, akan menemukan penuntun inspirasi dalam buku ini.




  • listCOURAGEOUS VIRTUE

    Pelajaran Kitab Suci ini diperuntukkan bagi semua wanita, semua umur dan semua tingkat kehidupan yang ingin belajar lebih banyak tentang keutamaan dan bagaimana mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai orang kristiani.

    Dalam buku ini, kita akan menemukan apa yang diajarkan Sabda Allah tentang keutamaan.

    Buku ini dapat dipakai untuk diri sendiri maupun kelompok kecil yang belajar Kitab Suci. Untuk pemimpin kelompok, disediakan satu bab tersendiri di bagian belakang buku ini.
    Buku ini berisi 8 Bab

    1. Penjelasan Keutamaan

    Keutamaan Moral
    2. Kebijaksanaan
    3. Keadilan
    4. Keberanian
    5. Penguasaan Diri

    Keutamaan Agama
    6. Iman
    7. Harapan
    8. Kasih
    Juga disediakan Panduan untuk Pemimpin kelompok